Jumat, 09 Maret 2012

AMANAT KEAGUNGAN ILLAHI

PENGHAYATAN
Penghayatan bermula dari kata hayat yang berarti hidup.
Penghayatan mengandung makna menghidupkan. Yaitu menghidupkan hal-hal yang bersifat nilai-nilai kemanusiaan yang non material antara lain : kebenaran, kejujuran, kebaikan, kelembutan hati, kejiwaan, kerohanian, kasih sayang, keindahan, cinta, intelektual, kesucian, (spiritual).
Orang yang berpenghayatan, ialah orang yang senantiasa berpikir dan berpikir serta berbuat, semata-mata demi kemaslahatan, kesejahteraan, kebaikan orang banyak atau semua orang.
TUJUAN PENGHAYATAN
Untuk mewujudkan kehidupan hari ini lebih baik dari kemarin. Dan kehidupan berikutnya akan lebih baik dari hari ini. Bukankah hidup di dunia ini bersifat sementara ?.
Sedang kehidupan berikutnya (Achirot) adalah kehidupan yang kekal dan lebih baik.
Sebaliknya, bila kehidupan hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka kehidupan berikutnya akan lebih buruk lagi. Dan termasuk menjadi golongan yang betul-betul merugi.
MANFAAT PENGHAYATAN
Untuk membentuk sikap manusia yang memiliki sikap yang kuat/pendirian yang kuat. Tetapi tidak fanatik, tidak alergi di kritik, dan selalu mengadakan aoto kritik (koreksi dan intropeksi). Akan senantiasa berusaha ingat/mengingat Tuhan selalu. Menjadikan manusia senantiasa waspada. Eling dan waspada. Waspada beda lo.. dengan praduga prasangka.
Membentuk manusia, lebih beradab, bertata krama, ramah tamah, sopan santun, pemaaf, sabar, soleh, sederhana, rendah hati, toleran, kasih ke sesama. Lembut hati, cerdas, serta berwawasan luas.
GUNA PENGHAYATAN
Sebagai wahana pembangunan karakter bangsa (Nation Caracter Building)
Kapan Penghayatan Bisa Dimulai :
Tidak ada ketentuan yang mengatur untuk itu. Namun penghayatan, baru bisa dilaksanakan dengan baik/berjalan dengan baik, apabila manusia mau, berbenah diri, bersih-bersih diri, dari hal-hal yang bersifat penyakit hati :  antara lain :
  • 1. Munafik
  • 2. Benci
  • 3. Dendam
  • 4. Syirik
  • 5. Dengki
  • 6. Riya
  • 7. Sombong
  • 8. Takabur
  • 9. Musyrik
CARA-CARA BERBENAH DIRI
Dimulai dengan "MENERIMA SINAR KUASA ILLAHI"
Diiringi dengan, melepas segala benda-benda berwujud (Benda musyrik) yang diyakini selama ini sebagai alat-alat untuk menyekutukan Tuhan, seolah-olah benda-benda tersebut memberikan pertolongan, dan keselamatan bagi dirinya.
Benda berwujud tersebut pada umumnya berupa :
Tombak, keris, pusaka-pusaka, jimat-jimat, batu-batuan, tulang-tulang, kulit-kulit binatang, minyak-minyak wangi, lafat-lafat tulisan-tulisan arab, lafat-lafat mujarobat, menyan-menyanan, kembang-kembangan, air keramat dan lain-lain kebendaan yang seolah memiliki kekuatan apapun namanya.
Ingat, benda-benda dimaksud semua adalah dibuat/diukir oleh manusia, dan termasuk bagian dari ciptaan-Nya.
YANG BERSIFAT MUSYRIK
Sifat kemusyrikan, biasanya tidak disertai dengan memiliki benda-benda seperti tersebut di atas akan tetapi dalam bentuk : kepercayaan, takut yang disertai rasa percaya, hormat, menghormati, mengikuti, memberi, meminta, salam, menyalami, kepada tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat, bertuah, angker, berkaromah.
Yang antara lain seperti :
Kuburan-kuburan, makam tokoh-tokoh masyarakat, karuhun-karuhun, dewa-dewa, mantra-mantra sakti pengundang Jin (khodam), gunung-gunung, sungai-sungai, bulan, bintang, ikan, binatang, petilasan-petilasan dan lain-lain.
MENGAPA HARUS MENERIMA SINAR KUASA ILLAHI
Untuk mengeluarkan Jin, iblis dan syaeton yang telah bersinergi dengan manusia itu tidak mudah. Apalagi yang memang diundang dan telah lama bersekutu. Karena Jin, Iblis dan Syaeton itu dengan segala tipu dayanya ingin menguasai manusia. Untuk dijadikan sahabat dan anak buahnya bahkan budaknya. Untuk dijerumuskan ke tempat yang paling hina.
Apalagi Jin, Iblis dan Syaeton itu tidak kelihatan secara kasat mata manusia. Oleh sebab itu manusia sungguh sangat rentan dengan godaan-godaan, bujukan serta rayuan Jin dan Iblis yang senantiasa berbisik-bisik dalam dada.
Maka penyakit manusia yang paling berbahaya adalahpenyakit gangguan kejiwaan yang telah berwujud menjadi prilaku. Secara pisik, manusia itu sehat segar bugar, tetapi perilakunyalah yang mengindikasikan adanya gangguan kejiwaan.
Yaitu perilaku sebagai berikut :
Egois, ingin dikagumi, dianggap istimewa oleh sesama, merasa paling berjasa, tidak suka disalahkan dan dikritik, tidak merasa memiliki kelemahan dan kekurangan, merasa paling benar sendiri, senantiasa kekurangan, merasa paling benar sendiri, senantiasa meremehkan orang lain, pendendam, pembenci, dengki, tamak, tapi kalau kalah dalam persaingan dan kompetisi yang sehat pun ia menjadi marah dan ngamuk  membabi buta, bahkan akan membunuh sesamanya.
Dengan SINAR KUASA ILLAHI : Lillahi ta'ala Jin, Iblis, Khodam, karuhun, dan yang lain-lain dapat dikeluarkan. Sebaliknya Jin dan Iblis yang akan masuk dapat dicegah asalkan senantiasa, disiplin dalam hal mendekatkan diri Kepada-Nya. Bukankah ada tertulis dalam Al Quran Surat 5: 35.
"Hai orang-orang beriman, tetap sadarlah terhadap Tuhan dan carilah cara yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya dan berjuang keraslah di jalan-Nya agar kamu mendapatkan keberhasilan".
PENGHAYATAN :
Mari menyisihkan waktu, serta akal sehat kita untuk memikirkan kejadian-kejadian yang sedang melanda bangsa Indonesia pada akhir-akhir ini.
Kejadian demi kejadian yang sungguh sangat memilukan dan mengusik hati nurani manusia. Telah dan sedang melanda bangsa kita.
ADA APA INDONESIA ?
Penilaian-penilaian dari masyarakat dunia, tentang citra bangsa Indonesia sungguh sangat memprihatinkan, belum lagi stigma-stigma, olok-olok oleh anak negeri sendiri justru sangat mencengangkan. Seolah-olah mereka itu bukan bagian dari anak Negeri Indonesia. Antara lain :
Republik Betul-Betuk Mabuk, Republik Baru Bisa Mimpi, Republik Babak Belur, Negara tidak bermartabat, Negeri terkorup di dunia, Bangsa Indon, Bangsa Minder, Bangsa Paradok, Republik Carut Marut, Bangsa Pengutang, Bangsa Tanpa Kebanggaan, Negeri Sekelas Sampah, dan lain-lain.
Saudara-saudaraku
Belum lagi kita saksikan musibah-musibah seperti : banjir, tanah longsor, kebakaran-kebakaran, kecelakaan laut, udara, dan di darat, tsunami, gempa bumi. Keterpurukan masyarakat dalam jeratan kemiskinan, pengangguran, wabah penyakit, hama tanaman, krisis ekonomi yang berkepanjangan, kebutuhan pokok yang serba mahal, kemerosotan moral, bahaya narkoba, korupsi, pungli, kebringasan sosial, pergolakan/ kerusuhan antar warga, tawuran antar warga, demo-demo anarkis, bentrok antar agama, gangguan kriminalitas yang semakin brutal, pembalakan liar, kerusuhan Pilkada-pilkada dan lain-lain.
Ya Allah Ya Tuhan
Masihkah ada tunas-tunas kebaikan, keselamatan, kenyamanan, ketentraman untuk kedamaian di negeri ini Ya Tuhan ?
Kami Keluarga Besar Amanat Keagungan Illahi, sungguh sangat peduli dan prihatin di atas keadaan-keadaan tersebut. Sedang negeri kita ini, negeri yang subur, kaya dengan berbagai sumber kekayaan alam.
"NEGERI BAK JAMRUT KATULISTIWA"
Tetapi mengapa jadi begini, Allah Hu Akbar.
Di atas hal tersebut, Keluarga Besar Amanat Keagungan Illahi, lillahi ta'ala menjawab tantangan itu untuk solusi bangsa dengan Sinar Kuasa Illahi, Lillahi ta'ala, semoga bangsa Indonesia ini, bisa bangkit dari keterpurukannya, menjadi bangsa yang besar bermartabat, serta menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini.
Dan cita-cita Bangsa Indonesia yang tercinta ini segera dapat terwujud yaitu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sekalipun sampai saat ini Keluarga Besar Amanat Keagungan Illahi, dikuyo-kuyo, dihina-hina, dituding-tuding sesatlah, kafirlah, menyimpanglah dan lain-lain.
Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, berkenan di atas Amanat-Nya yang telah dihadirkan di Bumi Pertiwi ini melalui Keluarga Besar Amanat Keagungan Illahi, untuk menolong dan menyelamatkan Bangsa Indonesia keluar dari KEGELAPAN.
HABIS GELAP TERBITLAH TERANG.

Orang Buta tentu tidak bisa merasakan kebahagian lahiriah yang datangnya dari mata. Orang Tuli tidak dapat menikmati keindahan suara, tetapi mereka tetap bisa menikmati kebahagian spritual (jiwa, rohani, bathin). Kebahagian yang datangnya dari dalam diri, bukan dari indrawi mereka.
Kebahagian yang datangnya dari dalam diri itu namanya kebahagian sejati. Kebahagian yang tetap yang akan terbawa hingga mati. Menuju alam kehidupan berikutnya yang biasa disebut Akhirot.
Kebahagian Akhirot harus kita bangun didunia ini mulai sekarang, dengan cara membebaskan diri penyakit hati antara lain : Bohong, Benci, Dendam, Arogan, Dengki, Sombong, Pemarah, Pelit, Propokator, Mencuri, Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Musrik. Untuk membebaskan diri dari ketidakadilan, Kezaliman, Kebodohan, Kemiskinan makanan, Kemiskinan Budi. Membebaskan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji dan tercela. Membebaskan diri dari tindakan-tindakan Anarkis dan yang merugikan orang lain.
Kemudian mengisi kehidupan ini dengan berlomba-lomba dalam amal shaleh dan amal kebajikan yang disertai perbuatan mendekatkan diri kepada Gusti Alloh dengan cara berDzikir, Tafakur, Tawakal, Sabar dan tindakan-tindakan yang bermanfaat bagi orang lain.
" Barang siapa yang buta (mata bathinnya) didunia ini, niscaya didalam kehidupan nanti (akhirot) akan lebih buta lagi, dan lebih tersesat dari jalan yang benar. S.Q.:17.72.
TANYA DIRI ?


1.Kunjungilah Dirimu setiap saat agar dirimu mengenal yang pasti siapa dirimu yang sebenarnya.
Dan asalmu dari mana?
Dan mau kemana?
bila dirimu mengakui asal dari TUHAN sudahkan dirimu mengenalnya ?
Dimana...?


2.TUHAN adanya Maha Jujur TUHAN tidak mungkin bohong.
Siapa Gerangan didirimu ada suatu rasa yang tidak mau diajak Bohong?


3.Ingatlah Selalu, Pada saksi dirimu.
Hatimu yang tidak bisa bohong, Yang selalu menyaksikan dari semua dirimu yang lakukan.


4.Rasa siapakah didirimu ?
Merasa tersembunyi dari ahlak salah dan dosa dihatimu ?


5.Sebiji pasirpun hatimu berbisik,TUHAN Maha mendengar.


6.Juga hidupnya Manusia hanya Dua Alternatif
BOHONG DAN JUJUR
Jujur Adalah Sifat TUHAN
Bohong adalah Sifat Jin


7.Hidup dirimu mau kemana ?
   KATA AGAMA
   Minalloh - JuJur
   Minaljin  - Bohong
Jelas dan mutlak Hidup dirimu hanya Dua Unsur.
Siksa hidup dirimu Adalah Dari hidup Kebohongan kepalsuan Hatimu kepada TUHAN.
Siksa hidup itu dirimu Sedang ada diNeraka, Ketenangan Kedamaian Hidupmu itu Sedang ada diSurga.
Surga tidak ada siksa dan siksa adalah neraka. 
dirimu sedang dimana sekarang ?


           


                                           ALLAHU AKBAR




                       ?          
             HIDUP = MATI
Hidup selalu kekurangan Mati Memenuhi semua Kekurangan Matilah yang aku inginkan.


Untuk Menutupi   : Semua Kekurangan
                          Semua Kebutuhan
                          Semua Kehausan
                          Semua Kepuasan


Bisakah ? Hidupku ini terpenuhi didalam segala kebutuhan ?  


Seperti Halnya MAti itu ?

MAka matilah didalam hidup Agar dirimu tiada kekurangan didalam kebutuhan hidup.
Hidup Akan mengalami Mati.
MAtilah Hidupmu, Jangan Mati Didalam Kekurangan.
 Prosedur adalah proses yang harus ditempuh oleh setiap insan dalam Keluarga Besar Amanat Keagungan Ilahi
Prosedur dalam Keluarga Besar Amanat Keagungan Ilahi Hakekatnya adalah untuk membingbing setiap insan untuk memasuki Dimensi Spiritual dari masing-masing Agamanya.

Karena Spiritual adalah merupakan Nilai yang paling Esensi dari Agama-Agama itu.
Spiritual meliputi Kebathinan,Kejiwaan,Kerohanian Baca AL Quran Surat 17 Ayat 72
Maka Apabila Orang-Orang BerAgama meninggalkan Nilai-Nilai Spiritual Agamanya kira-kira apa jadinya?
Agama tanpa Nilai-Nilai Spiritual ibarat Jasad Tanpa Roh.
Wah pasti Mengerikan ya, Namanya juga Mayat Hidup.
Tahap Pertama Adalah, Penyampaian Sinar Kuasa Ilahi.Dalam Keluarga Besar Amanat Keagungan Ilahi Dikenal dengan Nama Pewarisan (pemberian) Pemberian/Pewarisan Sinar yang dimaksud Melalui DO'A sesuai dengan Agamanya masing-masing seraya diiringi dengan Pembersihan Diri dari Hal-Hal yang bersifat Menyekutukan Allah, Misalnya Benda-benda yang Dikeramatkan dan lain-lain sejenisnya.
Baca AL Quran Surat 24 Ayat 39-40
Tahap kedua Adalah : Mandi Dengan Lafat
Maksud Dan Tujuannya Adalah, Membersihkan Jasad/Badan, dari Sifat Kotoran-Kotoran Kemusrikan, Baik yang tersadari Ataupun yang tidak tersadari.
Tahap KeTiga Adalah Puasa-Puasa.
Dalam Keluarga Besar Amanat Keagungan Ilahi ada beberapa jenis Puasa.
Namun maksud dan tujuannya adalah Pengendalian Hawa Nafsu. Agar Manusia dapat menjadi Insan yang BerTaqwa.
Orang-orang yang BerTaqwa adalah Orang yang senantiasa menjaga Diri didalam Jalan Allah/Kebenaran.
Baca AL Quran Surat 2 Ayat 183
Tahap KeEmpat Adalah Bersyukur dengan cara Menyembelih Hewan Kurban, Dalam keluarga Besar Amanat Keagungan Ilahi Disebut Sukuran Awal Maksud Dan Tujuannya Adalah Untuk, Memperoleh Keselamatan dari Hal-hal yang Mengancam/Menakutkan/mengkawatirkan.
Baca Surat 108. 3 Ayat
Tahap KeLima : Kholawat Guha
Kholawat Guha hanya diwajibkan kepada Insan Adam Satu Kali Seumur Hidup Wajibnya.
Akan tetapi bilamana menghendaki lebih dari satu kalipun tidak ada larangannya.
Kholawat Guha Lamanya dua hari dua malam maksud Tujuannya Adalah Belajar Mati Dikala Hidup ( Meninggalkan Segala Urusan Dunia 2 hari dua malam ).
*Belajar Mendekatkan diri Kepada Gusti Allah, Dengan Pasrah Total, Menyerahkan Kepada Gusti Allah, Tentang Urusan Hidupnya,Urusan Matinya, Harapan-Harapannya,Bahkan Nasibnya, Hanya kepada Tuhan ,Allah yang Maha Kuasa.
Baca AL Quran Surat AL KAHFI Surat 18.
Tahap KeEnam Adalah Syukuran/Bersyukur dengan cara memotong Hewan Kurban untuk yang KeDua Kalinya.
Dalam Keluarga Besar Amanat Keagungan Ilahi Dikenal Dengan Syukuran  Pribadi.
Maksud dan Tujuannya : Bertanggung Jawab Secara Pribadi Atas Segala Salah dan PerDosaannya Selama Hidup Didunia ini, Tidak Melibatkan kepada keturunannya. ( Diatur dalam Protap ). (AL Quran 108 : 3 Ayat ).
TAhap Selanjutnya Adalah Proses-Proses dalam HAl, Pelantikan Kepemimpinan, Penghayatan semua tahap- tahap tersebut telah diBukukan dalam bentuk PROTAP. Prosedur Tetap dalam Keluarga Besar Amanat Keagungan Ilahi.
Proses selanjutnya Adalah : Menempuh jalan Penyerahan Diri Secara Total Hanya Kepada Gusti Allah, Penyerahan Diri Secara Total Kepada Allah Adalah Seumur Hidup, Meliputi Hal Sebagai berikut : Semua Urusan Hidup DiDunia , HArapan-Harapan Urusan Matinya, Bahkan Nasibnya Sekalipun.
Semua Serahkan Kepada Tuhan Allah Semesta Alam.
Itulah Jalan Hidup yang pernah ditempuh Rasul-Rasul Allah Nabi-Nabi Allah, Utusan-Utusan Allah terdahulu.
Baca AL Quran Surat  6 Ayat  162
Dan Jalan Hidup ( Way Of Life )Seperti Tersebut diatas Akhirnya dikenal, Disebut Islam.(Pasrah Kepada Allah).
JAlur, Jalan Hidup yang telah ditempuh para Rasul-Rasul Allah, Nabi-Nabi Allah, Para Utusan Allah Terdahulu itu, Disebut Jalan (Sirotol Mustaqiem) Jalan Hidupnya Orang-orang yang BerTaqwa.
Orang BerTaqwa Artinya : Orang yang senantiasa Menjaga Diri dalam Jalan Allah/Kebenaran.
Jalannya Lebar Dan Mulus Jalur-Jalurnya Antara lain : Jalur Iman, Jalur amal Baik, Jalur Aman ,Jalur Sabar, Jalur Soleh, Jalur Jujur, Jalur Kasih Sayang, Jalur Pema'af, Jalur Budi Luhur, jalur Rendah Hati, Jalur Tauhid, Jalur Ahlakul Khorimah.
Jadi karena yang dituju dalam Jalur-jalur tadi hanya Allah Subhana Wata'ala, pasti tidak ada gesekan-gesekan apalagi tabrakan. Wong Semua Satu Arah Kok.
Jadi marilah Jangan mempersulit keadaan.
Bangsa Kita ini masih banyak yang susah dalam segala Aspek kehidupannya.
Tolonglah, jangan Menambah Kesulitan-Kesulitan lagi.
Wong bisa Dimudahkan kok Dipersulit.

Marilah Kita Mendirikan Salat dengan tanpa putus putus Atau secara terus menerus. Baca AL quran Surat 70 Ayat 23.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar